Story cover for Babysitter Jamjam by akrivois
Babysitter Jamjam
  • WpView
    Reads 83,310
  • WpVote
    Votes 12,248
  • WpPart
    Parts 59
  • WpView
    Reads 83,310
  • WpVote
    Votes 12,248
  • WpPart
    Parts 59
Ongoing, First published Jan 03, 2020
Feat. 2Hyunjin JamJam

Niatnya sih, Dinara hanya tidak sengaja menemukan balita yang tersesat di mall yang bernama jamjam. Akan tetapi, setelah mengetahui papanya jamjam adalah sosok yang diidamkan mama mertua, membuat dinara berharap agar bisa menjadi istrinya, meskipun ia berpikir itu sangat mustahil. 

Namun semesta lagi-lagi mempermainkan, yeji teman dekatnya ternyata adik sekaligus bibi dari balita yang pernah ia selamatkan itu. Mulai dari situ, kehidupan roller coaster dinara dimulai. 

Dicasting jadi babysitter, mengagungkan sosok dhirga sang duda keren, mengetahui rahasia kelamnya dhirga, masalah datang bertubi-tubi, sampai mantan istrinya dhirga.

Bagaimana perjuangan dinara menahan godaan dari duda beranak satu?

Eh? Maksudnya, 

Bagaimana perjuangan dinara saat jadi babysitternya jamjam? 

Kata-kata halu dinara yang diidamkan: 

"Kamu memang bukan yang pertama, tapi kamu bakal menjadi yang terakhir untuk saya."


©2020 by Leejeki_
All Rights Reserved
Sign up to add Babysitter Jamjam to your library and receive updates
or
#19jamjam
Content Guidelines
You may also like
Jovanka dan Abang Kembar by LeenooYed
67 parts Ongoing
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
Sweet Home || HoonSuk by ren_ararws
12 parts Ongoing
"Mau main rumah-rumahan sama gue ga?" Hyunsuk pikir, pertanyaan segila itu cuma lelucon receh dari musuh bebuyutannya. Tapi ternyata, satu jawaban 'iya' bisa jadi tiket masuk ke dunia yang sama sekali ga pernah ia bayangkan - dunia milik Park Jihoon dan teman-teman. Sebagai ketua osis yang hidupnya lurus-lurus aja, Hyunsuk meerasa ga ada alasan untuk terus ketarik ke urusan anak geng motor kayak Jihoon. Tapi entah kenapa, takdir selalu nemuin cara buat nyeret mereka berdua ke situasi yang sama. Lagi. Dan lagi. Mereka seperti kutub yang saling bertolak belakang: satu teratur dan dijunjung, satunya lagi liar dan sulit dipahami. Tapi entah bagaimana, semesta selalu berhasil mempertemukan mereka dalam situasi yang tak bisa dihindari. Hyunsuk perlahan menyadari, di balik sikap sembrono dan wajah tengil Jihoon, ada sisi lain yang tak pernah ia sangka. Ada luka, rahasia, dan sebuah dunia yang perlahan membuka dirinya - membuat Hyunsuk sadar, apa arti rumah yang sebenarnya. "Oh Jihoon si ketua Díamonds? Geng motor yang sukanya cosplay jadi keluarga cemara itu? Pfftt kek banci!" "Kak Hyunsuk baik banget, jadi mama aku aja ya?" "Mama? Ogah! Selera gue kan bukan om-om udah punya anak istri, dikira pelakor kali ah" "Bukan! Bukan orang tua beneran, tapi mamah-mamah an, nanti yang jadi papa nya Papa Jihoon" "HAH?!" "I hate you, but then i love you" "Kalo lo mau jadi pacar gue, lo juga harus terima semua anak-anak gue" "Are you flirting or starting a fight?" "Yes! Mama baru has been detected~" - All pict cr: Pinterest !!-Irregular updates-!!
You may also like
Slide 1 of 8
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
Daddy || Treasure cover
Creepy Bangtan Dorm ✓️ [Complete]  cover
Jovanka dan Abang Kembar cover
Shinee Next Door [Tamat] cover
Min Agust D (✔) REVISI cover
TRIPLE J |JenoJaeminJisung| cover
Sweet Home || HoonSuk cover

WHY DOES MY BROTHER HATE ME? [REV] √

46 parts Complete Mature

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?