Pertemuan Tamara dengan cowok itu benar-benar tidak enak untuk diingat. Semakin hari, jika dipikirkan baik-baik, keduanya tidak pernah akrab jika tak sengaja bertemu di sekolah. "Hindari dia!" Begitu teriak hatinya. Namun saat dirinya sudah melangkah mundur. Cowok itu melangkah maju. Membawa kartu As dan menghancurkan pertahanan miliknya. Kini saat dirinya telah kalah. Mengapa cowok itu mau repot-repot membangun kembali harapannya saat dirinya sudah memutuskan untuk menyerah?
Más detalles