Story cover for Arsyila by AnandadwiPutri618
Arsyila
  • WpView
    Reads 843
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 843
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Jan 03, 2020
Dalam kehidupan... 
Terkadang kita harus belajar untuk melupakan luka yang kita rasakan.. Dan memulai untuk menemukan apa yang pantas kita dapatkan... 
                       ~Fanya Arsyila Zinatha~

 Kisah perjalanan gadis yang dianggap memiliki kehidupan yang penuh kebahagiaan, namun siapa sangka disebalik kebahagiaan yang orang lain lihat ia mati-matian menahan luka yang begitu dalam sendirian tanpa bercerita kepada siapapun. luka yang ditorehkan oleh orang-orang terdekat mulai dari  sahabat, keluarga dan  seseorang lelaki yang baru saja masuk kedalam hidup seorang Fanya Arsyila Zinatha. mampukah seorang arsyila menjalani kehiupan dengan penuh luka dan trauma yang diamalinya?
luka dan trauma yang selama ini dipendam oleh seorang syila membuat kepribadiannya berubah drastis, tidak sanggup lagi akan semua luka didapatkan ia memilih pergi dari semua orang yang menyakitinya. lebih baik menghindar dari pada terus menerima luka, pindah ke negara impiannya memnyembunyikan identitas diri, berjuang menggapai mimpi.. membuat mantan kekasih menyesal karena menyepelekan mimpinya, bertemu orang-orang baru dan menjalani keseharian dengan mengobati luka yang selama ini terpendam.
akankah hidup seorang  akan lepas dari semua luka yang dirasakannya?akankah ada seseorang yang mampu menyembuhkan semua lukanya dan memberikan kebahagiaan dihidup seorang Fanya Arsyila Zinatha?
All Rights Reserved
Sign up to add Arsyila to your library and receive updates
or
#526bestseller
Content Guidelines
You may also like
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] by din4diinn
25 parts Ongoing
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
You may also like
Slide 1 of 10
Lost in Reverie [Moqeel] cover
The Bridge Between Souls cover
Rania: Melebur Trauma, Menyambut Bahagia cover
Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END] cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended) cover
Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT] cover
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Abadi Dalam Cerita  cover

Lost in Reverie [Moqeel]

40 parts Ongoing

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.