Illegible
  • WpView
    LETTURE 183
  • WpVote
    Voti 14
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, set 2, 2020
And I'll tell myself it's fine to be alone Just to find somewhere that finally feels like home I hate all this overthinking The more I swim, the more I'm sinking ~Where We Started Out - Lost Sky ******* "Ta, kamu tahu kan sejak awal hubungan kita memang sudah tidak sehat ?" Dia menunduk. Es krim di depannya belum tersentuh sama sekali. Es krim ku juga bernasib sama. Mataku menelusuri raut wajahnya. Mencoba memahami, ke arah mana pembicaraan ini nantinya. "Kita berdua saling menyakiti." Masih belum mendongak juga. Tapi aku sudah mulai paham arah pembicaraan ini. Dia mau berpisah. "Baiklah. Mas pasti udah lelah ya. Sama aku juga." Meski masih kuat bertahan, tapi aku juga tak mau jadi egois. Dia mendongak. Aku menatap tepat di matanya. "Biar aku yang urus surat-suratnya. Mas fokus aja sama mbak Tika. Dia lebih membutuhkan kamu. Pokoknya mas terima jadi deh." Dia melotot. Aku tersenyum. Ini salah satu metode penguatan diri. Nggak mungkin kan aku merusak niatan awal ku mengajak dia bertemu. Seharusnya aku lega, urusanku sudah dipermudah. "Oh iya, mas salah. Kita berdua nggak saling menyakiti. Aku yang menyakiti mas, karena datang dikehidupanmu. Dan aku yang menyakiti diriku sendiri." 'Karena mencintaimu.' Lanjutku dalam hati. "Ma-" Ucapannya terhenti karena hp di sampingnya itu berbunyi, dan langsung diangkatnya. Aku tahu itu sangat penting, tertera dari namanya. Dr. Tama. Dia tampak terkejut. Lalu berdiri masih dengan hp ditelinganya. Merogoh saku lalu mengambil uang satu lembar warna merah, dan diletakkan di depanku. "Aku kerumah sakit dulu." Lalu langsung pergi begitu saja, tanpa sempat aku bertanya. Saat punggungnya tak terlihat lagi oleh mataku, ku alihkan pandangan pada lembar merah di depanku. Memangnya aku nggak sanggup apa bayar es krim dua cup. Tes. Menangis juga akhirnya. *******
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Arsyilazka
  • BETWEEN
  • Strong Woman (Good Waketos)
  • STUCK
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • TENTANG SEPASANG
  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • You're Here, But Not For Me
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]

Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu. Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. 🍁 "Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh. "Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya. "Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya. Deg "Harusnya aku gak usah berharap lebih" 🍁 "Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi" Deg "Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang. "Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak" 🍁 Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? 🍁 Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :) Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌 Bijak dalam membaca Karya kedua akuuuu :) semoga suka deh yaaa😊

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti