Menuju Jalan ILLahi

Menuju Jalan ILLahi

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Cinta bukanlah suatu yang hadir dari ucapan saja, karena tak semua cinta dapat dibangun atas kemauan kita, dan hanya takdir Allah lah yang dapat menghubungkan perasaan diantara Aku dan Dia. Nisa adalah wanita berhijab yang mencintai sang pangeran Ali, hendaknya perasaan itu mulai tumbuh ketika hujan menyirami tanaman. Namun seketika ada Guntur yang tak dapat kuhindari, meski berkilat biru, Guntur itu hadir atas kehendak Allah. Karena Guntur berkilat biru itu, aku Nisa tak dapat menggapai -nya lagi, hingga disaat malam maupun siang, Dia bertolak hadapan sehingga tak sanggup kujabarkan wajahnya yang tiap saat hanya bisa melihat punggungnya saja.
All Rights Reserved
#90
medis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Dear Mawar Biru
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Kayla in Love (END)
  • KETIKA CINTA BERTAHAN DALAM DO'A
  • Cinta Ajari Aku Mencintai-Nya
  • Takdir Hidupku

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines