Friend Zone (On Going)

Friend Zone (On Going)

  • WpView
    Reads 217
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Cerita ini dibuat untuk seneng-seneng. semua yang terjadi di cerita ini terinspirasi dari hal-hal di sekitar baik yang aku alami sendiri atau temen-temen aku alami. Kuy baca!! Ini tentang aku yang berpijak di bumi tapi merasa menguasai langitan nan luas. Egois dengan caraku yang ingin dipeluk semesta tetapi tetap ingin menggenggam bumi padahal aku bagian dari dalamnya. Egois caraku sedikit berbeda dari yang sudah-sudah. Artian berat yang digambarkan dengan penyederhanaan cara remaja jatuh dan patah. Memiliki dan kehilangan. Dimiliki dan dibuang. Jangan jadi sepertiku ya naif karena rasa yang jatuh tanpa aku sendiri tahu. Cukup jujur dan pahami bagaimana hatimu pantas dan berkualitas sehingga kamupun merasa layak. Jadi bagaimana aku memahami perkara jatuh dan patah secara bersamaan ini? Puas dengan berpijak di bumi atau aku akan pergi ke langit? Rank #angkasa 55 (16-06-2020) Rank #comedi 23 (16-06-2020) Rank #friendzone 509 (16-06-2020) Rank #teman 185 (16-06-2020)
All Rights Reserved
#58
comedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Debu Antariksa (END)
  • WITH YOU | END
  • AgniaDiary's
  • ZE AND ZE
  • The 7 Boys
  • Oh Tidak (END)
  • Bintang [end]
  • Antagonis
  • 𝐊𝐀𝐋𝐘𝐓𝐄𝐑𝐎𝐒 𝐅𝐈𝐋𝐎𝐒

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines