We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
CACA
  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Apr 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
" Aku adalah Raisa Putri Tunggal Anggara. Anak pertama dan terakhir putri keluarga besar Anggara. Dari namaku saja sudah jelas bahwa orang tuaku hanya ingin memiliki satu anak. " Dan aku benci itu! Bukanya setiap manusia itu ingin memiliki banyak anak? Setidaknya dua saja! Aku bukan egois untuk mengiginkan seorang adik walaupun sebenarnya aku ingin. Tetapi disini aku hanyalah sebagai sebuah benda yang di jadikan prantara. " Dan pada saat usiaku memasuki sepuluh tahun aku diperintahkan untuk memilih antara ia dan dia". @storyaart._ @arummawarni._
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Change
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Second Hearts
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Rendra & Lila [END]
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Senja yang mendung
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines