Menanti Badai

Menanti Badai

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 8, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Kalau kita sudah menamatkan isi Alquran, apa kita boleh berhenti mengaji?" "Jika hari ini Allah memberimu makanan yang cukup, apa boleh esok Ia berhenti memberimu makanan?" Bapak yang selalu mengajarkan kami tentang ilmu agama. Tapi kini ia telah menghilang ditelan kejamnya ombak. Ini sudah ketiga kalinya badai datang dan Bapak belum juga pulang. Akankah aku terus menunggu atau memilih tinggal di kota bersama ibu?
All Rights Reserved
#18
lombacerpen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seindah Asma Allah √
  • Cahaya di Ujung Jalan
  • HULYA
  • Kesempatan Ketiga
  • Imamku Akhtar | TERBIT✓
  • Cinta Seorang Mualaf [PROSES PENERBITAN]
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • SYAHADAT CINTA (Completed) #SUDAH DITERBITKAN
  • Allisa✓ [Selesai]
  • Tertulis Dalam Doa

"Intan ... maukah kamu menjadi istri saya?" "Maaf Dokter Ilham, saya tidak bisa." "Kenapa? Apa karena saya seorang dokter residen?" Penolakan pertama tidak akan mampu membuat Ilham menyerah. Sebagai seorang dokter ia sering menghadapi kasus di mana pasien mengalami henti jantung. Dan ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kembali aktivitas jantung hingga nyawa pasien selamat. Kini, demi mendapatkan wanita yang didambanya, ia akan berusaha semampu mungkin. Sama saat ia berusaha menyelamatkan nyawa pasien yang berada di ambang kematian. Butuh tenaga, mental kuat, dan cucuran keringat. Untuk mendapatkan keindahan layaknya asma Allah memang butuh perjuangan. 🌼🌼🌼 Start : 29 November 2019 End : 01 Mei 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines