Penantian yang pasti

Penantian yang pasti

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah seorang wanita yang menanti pelipur lara. Dihiasi oleh perjuangan dan rasa kekhawatiran. Lantas, apakah kisah tersebut akan berujung ke KUA atau hanya sekedar menjadi pelengkap doa?
All Rights Reserved
#22
cerpenbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • Young Papa
  • Do'a, Cinta dan Luka
  • JODOH salah ngomong
  • TAKDIR ALYA
  • Luka dan Malam [END]
  • Diantara Cinta Dan Takdir
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines