Andai Kita Bertemu Lebih Dulu

Andai Kita Bertemu Lebih Dulu

  • WpView
    LECTURES 67
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., févr. 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak orang bilang, persahabatan antara cowok dan cewek itu gak akan pernah bertahan lama. Karena pasti salah satu diantaranya memendam perasaan tersendiri bagi yang lain. Namun juga demi hubungan yang panjang, ia rela memendam perasaannya. Dia pikir, perasaan hanyalah ruang terbatas yang dibuat atas kehendak hati, namun bisa jadi cepat menghilang karena itu hanya sebatas emosi. Tapi bagaimana jika perkiraannya salah dan perasaan yang dia pendam selama ini ternyata malah semakin dalam? "Kamu adalah satu satunya orang yang selalu membuatku senang" -Shaviera Marsita
Tous Droits Réservés
#100
college
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • •LOVE MISTAKE• Heesun✓
  • My Partner in Everything
  • Ar.
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • Cinta Selamanya [E N D]
  • (Boy x Boy ) REALITY [ENHYPEN AU || Comission Project]
  • Save Feelings
  • My Enemy Ayna

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu