Sweet Escape [SELESAI]

Sweet Escape [SELESAI]

  • WpView
    Reads 358,125
  • WpVote
    Votes 30,919
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 22, 2021
"Gue udah bilang, lo bisa cerita apapun ke gue kayak lo cerita sama temen lo yang lain. Tapi kalau lo mau jadiin gue temen kencan, gue juga siap." "Jadi temen tidur aja gimana?" "Boleh, tapi mungkin lo bakal nyesel." "Nyesel kenapa?" "Karena setelah kita tidur bareng, lo nggak akan bisa berpaling ke laki-laki lain." "Menarik. Coba kita lihat nanti." "Kasih tahu aja ke gue kapan lo pengen." "Kalau gue pengennya sekarang, gimana?" ---- ⚠️WARNING⚠️ [Cerita ini mengandung unsur-unsur yang mungkin tidak sesuai dengan pembaca dibawah usia 18 tahun. Harap kebijaksanaan dalam membaca]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • My Sweet Escape
  • I AM STUPID (GXG) - JENLISA✔️
  • #5 Reasons Why I Love You - END
  • In Between 1 (END)
  • Jane [OPEN PO]
  • DikaRanggi
  • Oddly Coupley (Complete)
  • ALWAYS LOVE YOU

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines