Salah, adalah kata yang memiliki berjuta makna, setiap orang pasti mempunyai arti tersendiri mengenai sebuah salah, sesuatu yang menurut kita benar, dapat juga bermakna salah bagi orang lain, apakah salah jika kita berbuat salah? Tentu saja tidak, semua ini bukan hanya tentang bagaimana salah atau benarnya seseorang, tapi juga tentang bagaimana cara kita untuk menjadi lebih baik setelah melakukan kesalahan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Eza, kamu tau nggak, kemarin ada Coklat yang curhat sama aku, katanya dia lagi sedih banget karena kalah"
"Kalah? Kalah dari apa emangnya?"
"Iya, soalnya sekarang dia udah kalah manis sama kamu" ujar Annisa dengan wajah sok imutnya yang sukses membuat riuh seluruh penghuni meja, akhirnya, sekarang adalah giliran Eza, ia mendapatkan tema "Sendal Jepit".
"Apaan nih sandal jepit, nggak ada yang mahalan dikit apa, yaudah, gua mulai ya, Annisa, kamu tau nggak persamaan kamu sama sandal jepit itu apa?"
"Nggak tau, emang persamaannya apa?"
"Persamaanya itu, dari dulu sampai sekarang, sama-sama bikin nyaman" jawab Eza dan membuat meja sekali lagi heboh, bahkan rasa lapar mereka pun sekarang hilang seketika.
Dan sekarang adalag giliran Bintang, Bintang mengambil gulungan kertas tersebut, ia mendapatkan tema 'Sendok'
"Sebentar deh, gua mau tanya, sebenernya siapa sih yang nulis tema aneh-aneh dikertas ini?"
"Udah lah, jangan ngeles mulu kaya bajai, bisa nggak?" ujar Eza menantang.
"Bisa dong, kamu tau nggak, sendok apa yang paling berharga dimasa depan nanti?" ujar Bintang memulai aksinya.
"Nggak tau, emangnya sendok apa?"
"Sendok yang kamu pakai buat nyuapin aku di hari pernikahan kita" ujar Bintang yang membuat seluruh teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal.
"Bisa aja lu kaleng bekas" ujar Rio dengan tawa yang masih terpingkal-pingkal.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang