EUPHONY

EUPHONY

  • WpView
    Reads 694
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Apaan lo liat-liat?" "E-eh, gak papa." "Gue tau apa yang lo pikirin." "Emang apaan?" "Mau nagih utang kan lo." -Zakiyyah Haura Prayitna- "Lish, kenalan gih sama Kaka kelas." "Gak ah, Gue malu." "Ya udah, tolong kasih ini ke kelas sebelah" "Lo aja, malu Gue" "Lisha, sekarang kamu ke ruang guru!" "Malesh ah, malu Gue" "Eh dodol! Itu guru!!" "Apaa!!" -Kalisha Hadramurat- "Eh Dul, Lu mau kemana bawa tas?" "E-eh, gu-gue ..... Gak kemana-mana kok." "Ah boong! Bilang aja mau bolos lagi, Gue bilangin nih sama guru." "Eh jangan! Nih gue kasih permen." "Hah? Apaan?" "Gue kasih sepuluh deh." "Ok, deal" -Siswi Danadyaksa-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • SATU DARAH
  • dimana janji tersebut
  • Letha
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • STUCK
  • Because I'm Stupid (End)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines