Bahasa Kita

Bahasa Kita

  • WpView
    LECTURAS 446
  • WpVote
    Votos 41
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 23, 2020
Ini tentang kisah kita yang unik, rumit dan mengharukan. Bertahun-tahun dalam satu lingkup, dan berbicara dengan bahasa isyarat khas. Kita sadar akan saling menyukai tapi tak mampu mengungkap rasa yang selalu saja bermekaran setiap harinya. Aku memanggilmu pribumi abstrak yang pandai menulis puisi, dan selalu membuatkanku puisi secara diam-diam dan bukan cuma itu kita juga sempat mengukir kenangan pada jejak langkah menuju puncak gunung Prau 2565 mdpl yang takkan kulupakan sepanjang sejarah masa hidupku. Suatu hari ada yang aneh dengan pribumi itu, kamu tiba-tiba menjauh seakan menghindari kehadiranku ditambah kamu lebih dekat dengan sahabat wanitaku. Sampai saatnya, ketika kehilangan datang tanpa permisi. Aku benar-benar kehilangan kamu, dan kamu semakin terlihat bahagia dengan sahabat wanitaku. Akankah aku bertahan dengan rasa yang semakin bermekaran tapi juga sejuta luka yang mecabik hati?
Todos los derechos reservados
#32
raya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • [END] Semesta Hati
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
  • Dirgantara
  • JANJI DI ATAS AWAN (ON GOING)
  • PERLINA

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido