Bahasa Kita

Bahasa Kita

  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2020
Ini tentang kisah kita yang unik, rumit dan mengharukan. Bertahun-tahun dalam satu lingkup, dan berbicara dengan bahasa isyarat khas. Kita sadar akan saling menyukai tapi tak mampu mengungkap rasa yang selalu saja bermekaran setiap harinya. Aku memanggilmu pribumi abstrak yang pandai menulis puisi, dan selalu membuatkanku puisi secara diam-diam dan bukan cuma itu kita juga sempat mengukir kenangan pada jejak langkah menuju puncak gunung Prau 2565 mdpl yang takkan kulupakan sepanjang sejarah masa hidupku. Suatu hari ada yang aneh dengan pribumi itu, kamu tiba-tiba menjauh seakan menghindari kehadiranku ditambah kamu lebih dekat dengan sahabat wanitaku. Sampai saatnya, ketika kehilangan datang tanpa permisi. Aku benar-benar kehilangan kamu, dan kamu semakin terlihat bahagia dengan sahabat wanitaku. Akankah aku bertahan dengan rasa yang semakin bermekaran tapi juga sejuta luka yang mecabik hati?
All Rights Reserved
#32
raya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERLINA
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Dirgantara
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
  • [END] Semesta Hati
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • JANJI DI ATAS AWAN (ON GOING)
PERLINA

Maaf, sayap rumpangku lagi-lagi patah, derai-derai air mata luluh lantak, dan karang-karang kuatku kini seringkih sutra. Tetapi, inilah caraku untuk tetap hidup dan bertahan. Sebab, andai aku gagal membuat diriku terlihat, biar aksaraku yang mengabadikanku dalam bingkai kenangan. Copyright 2019 by Aksara- Picture by rawpixel Edited by Aksara- #1 Isi (16/01/20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines