Bahasa Kita

Bahasa Kita

  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2020
Ini tentang kisah kita yang unik, rumit dan mengharukan. Bertahun-tahun dalam satu lingkup, dan berbicara dengan bahasa isyarat khas. Kita sadar akan saling menyukai tapi tak mampu mengungkap rasa yang selalu saja bermekaran setiap harinya. Aku memanggilmu pribumi abstrak yang pandai menulis puisi, dan selalu membuatkanku puisi secara diam-diam dan bukan cuma itu kita juga sempat mengukir kenangan pada jejak langkah menuju puncak gunung Prau 2565 mdpl yang takkan kulupakan sepanjang sejarah masa hidupku. Suatu hari ada yang aneh dengan pribumi itu, kamu tiba-tiba menjauh seakan menghindari kehadiranku ditambah kamu lebih dekat dengan sahabat wanitaku. Sampai saatnya, ketika kehilangan datang tanpa permisi. Aku benar-benar kehilangan kamu, dan kamu semakin terlihat bahagia dengan sahabat wanitaku. Akankah aku bertahan dengan rasa yang semakin bermekaran tapi juga sejuta luka yang mecabik hati?
All Rights Reserved
#310
bahasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Kepada Langit [Terbit]
  • Aksareya
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Almost.
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Dirgantara
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • ANGKASARAYA

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines