SHOULD I CHANGED THE DESTINY

SHOULD I CHANGED THE DESTINY

  • WpView
    Reads 868
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing2h 13m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 10, 2020
"Lebih baik mati dari pada aku harus bergabung denganmu." Kata-kata Grisha tajam. "Baiklah, sesuai permintaanmu." Lord Voldemort kembali mengacungkan tongkatnya dan melafalkan kutukan tak termaafkan tepat ke arah Grisha. Cahaya hijau keluar dan meninggalkan ujung tongkatnya dan memukul tepat dada gadis itu. Alih-alih rubuh ke tanah, Grisha menjerit kesakitan. Rasanya seperti sesuatu masuk ke dalam tubuh dan pembuluh darahmu dengan brutal hingga rasanya tubuhmu tera sa begitu sakit. Sedangkan Lord Voldemort yang menyadari ada hal ganjil berusaha untuk melepaskan pegangan tongkatnya. Namun tongkat putih pucat kesayangannya itu seolah melekat dengan pegangan tangannya. Tubuhnya terasa panas, semua sihirnya tersedot keluar dari tubuhnya dan terserap oleh gadis yang kini tengah menggelepar kesakitan di hadapannya. Hingga akhirnya tubuh Lord Voldemort mulai menghilang menjadi butiran debu yang terbang terbawa angin. Sedangkan tubuh Grisha menghilang, meninggalkan kastil yang kini memberikan kesan angker dan mengerikan dengan mayat dan darah yang bergelimpangan dimana-mana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It doesn't feel like home
  • ᴍᴀɪsᴏɴ ᴅᴇ ᴘᴏᴜᴘèᴇs
  • Be My Baby
  • Everything Has Change- James Potter
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐒-ʜᴇʀᴍɪᴏɴᴇ ɢʀᴀɴɢᴇʀ
  • (HP - JamSev) Một con mắt đạm màu nâu, một con mắt màu đen
  • THE HEIRESS
  • Saving You
  • Harry Potter Todos Viven. El Principe Mestizo.
  • Algol || Marauders Era

Harry tidak tahu sejak kapan rumah yang dimilikinya bersama dengan keempat soulmatenya terasa semakin dingin setiap harinya. Dia berusaha untuk berubah, mencari ratusan cara agar mereka mau tinggal walaupun hanya semalam bahkan mengganti kepribadiannya agar sesuai dengan keempat laki-laki yang terikat dengannya. Tapi Harry tahu kalau ikatan mereka hanyalah sebuah ikatan dan bukannya hubungan. Dia tidak tahu sampai kapan harus bertahan dengan hubungan yang semakin lama semakin renggang. Perlahan-lahan, Harry kehilangan semangat, jati diri dan emosi untuk menjalani hidup sampai dia mendapatkan fakta baru didalam tubuhnya. Harry tidak tahu kalau dia harus senang atau kecewa jadi Harry hanya bisa tertawa. Dia tidak punya siapapun yang bisa membantunya melewati ini. Semua sahabatnya sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Hermione dan Ron sibuk dengan kehamilan anak kedua mereka, Neville yang selalu loyal dengan Harry harus fokus dengan toko tanaman yang dimilikinya bersama tunangan, Fred dan George setiap harinya sulit untuk bertemu karena toko mereka semakin besar dan sukses dan Luna baru saja melahirkan anak pertamanya. Harry tidak bisa mengganggu Remus ataupun Sirius karena mereka sedang membangun kehidupan mereka jauh dari siapapun. Harry terlalu lelah dan dia sudah membulatkan tekad.

More details
WpActionLinkContent Guidelines