Story cover for Unpredictable Relationship by hzelnutmilkk
Unpredictable Relationship
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 06, 2020
"Ma, pokoknya Alvin nggak mau dijodohin sama dia!" seru Alvin sambil menunjuk Alea.

 "Nggak bisa Alvin! Pokoknya kamu harus turutin kemauan mama sama papa. Ini demi kebaikan kamu juga, kok." 

 "Oh ya, satu lagi, kamu harus berpacaran sama Alea sebelum pertunangan kalian dilaksanakan." 

Kenyataan pahit harus diterima oleh Alvin dan Alea. Menikah muda di usia 17 tahun bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Tak ada sedikitpun rasa cinta diantara mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add Unpredictable Relationship to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ by nsrh1128
113 parts Complete
Mereka disuruh tinggal bareng oleh orang tuanya, dan tau alasan mereka disuruh tinggal bersama setelah seorang gadis mengungkapkan alasannya. Mereka itu definisi manusia punya visual yang bukan kaleng kaleng tapi ketutupan karena sikap mereka yang bobrok alami. Hingga suatu hari seorang wanita berhasil menghancurkan hubungan persahabatan salah satu dari mereka. Dan kekecewaan menghampiri mereka. "Masih SMA bobroknya udah gini,, gimana kalau besok?? "-mina "Bukan teman gw lu pada"-yugyeom "Siapa mereka?! Emang gw kenal?!"-bambam "Wawww kak nayeon montok anj!"-jungkook "Bentar,, gw ngapelin degem dulu"-mingyu "Blekping in your areahh~"-junhoe "Aku dimana?? Kalian siapa?? Emang kita kenal??"-eunha "WOY! BANG CHANYEOL GELUDH SAMA BANG KRIS ANJIR!!"-Yuju "AYO KITA GOYANG!! TARIK SEESS?! SEMONGKO!!"-Dokyeom "Kayaknya gw salah kelas deh,, assalamualaikum! "-chaeyeon "Kenapa cuman gara gara satu orang persahabatan kita jadi kayak gini??"-jihyo "Tega benar lu bikin gw jadi orang bodoh yaa woo??"-lisa "Gw kecewa sama lu yang mudah banget jadiin lisa mainan. padahal kita udah bareng dari jaman pake dot"-jaehyun "Sekali bangsat yaa nggak bakal berubah"-rose "Lu itu nggak ada bedanya sama bajingan. Ups! Mungkin derajat lu lebih rendah daripada bajingan"-jiho "Sekalipun lu sentuh lisa,, gw nggak bakal kasih ampun sama lu"-winwin "Gw baru datang disuguhin kenyataan yang kayak gini. Wow impresif!"-bangchan "Lu tanpa sadar bikin gw muak sama topeng lu tau nggak?!"-miyeon "Lisa udah gw anggap saudara gw. So,, sekali lagi lu sakitin lisa,, jantung lu gw donasikan ke singa"-minnie "Gw tau gw salah,, tapi bisakah kalian kasih gw kesempatan kedua??"-eunwoo "Gw bakal jagain lisa dari lu yang bangsatnya minta ampun. Karena mulai sekarang,, lisa udah jadi separuh nyawa gw"-jaemin "Gw bakal maju paling depan kalo kakak gw nangis karena lu"-Lucas PLAGIAT MOHON MENJAUH!! bahasa nonbaku dan kasar.
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 10
IGNITES  cover
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ cover
Married With CEO cover
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT) cover
Be Mine  cover
DIJODOHIN | ZHANG YIXING✓ [THE END] cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
My Lecturer Is My Roommate cover
ALLE | PERJODOHAN SMA (END)✔️ cover
Don't Talk About Money cover

IGNITES

80 parts Complete

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮