Kamar Gelap Yang Penuh Luka Dan Penyesalan

Kamar Gelap Yang Penuh Luka Dan Penyesalan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kini ku berada di kamar kecilku yang begitu gelap, tak ada cahaya sedikitpun, tak ada air minum, makanan dan hiasan-hiasan dinding kamar. Yang ada di kamarku saat ini hanyalah kegelapan, penyelasan dan luka yang selama ini tak kunjung terobati di kamarku yang begitu gelap. Saat ini begitu banyak bercak darah yang mengalir deras dari dadaku, karena sudah terlampau banyak luka-luka ini. Aku sudah tak sanggup lagi menahannya, jika kau datang kerumahku tolong masuklah ke kamar yang begitu gelap. Lalu peluklah aku seraya berkata aku mencintaimu dan setelah kau berkata seperti itu tolong sembuhkanlah luka yang selama ini kau berikan padaku. Karena aku sudah tak sanggup menahannya, hingga tumpah ruah darah-darah di kamar kecil nan gelap ini. Dan semoga saat kau datang dan menyembuhkan luka-luka yang selalu kau tancapkan di hatiku, semoga kau tak lagi menancapkan luka lainnya padaku, semoga penyesalan-penyesalan yang selama ini selalu mengahantuiku hilang tergerus oleh derasnya darah yang mengalir dari dadaku. Lalu mengering di lantai dan tembok kamarku agar aku bisa mengenang semua yang telah kau perbuat sebelum kau bilang "aku mencintaimu". Setelah semua darah itu mengering dan memenuhi tembok kamarku, aku takan menghilangkan semua itu karena jika aku menghilangkan darah yang ada dalam tembok dan lantai-lantaiku sama saja aku menghilangkan dirimu dan menghilangkan luka hatiku ataupun penyelasan-penyelasan yang selalu mengahantuiku setiap hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • DikaRanggi
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • You are in my past and my future [END]
  • Rindu yang berjarak
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines