Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2020
Dalam jatuh cinta, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Dan kapan waktu yang tepat untuk kita merasakan jatuh cinta. Bahkan aku pun rasanya sudah lupa bagaimana awal mulanya rasa itu bisa tumbuh. Yang ku ingat hanya rasa itu masih ada dan tetap tinggal bersamaku sampai saat ini. Aku tahu dia hanya sesosok lelaki biasa saja menurut sebagian orang. Namun tidak menurutku, karena menurutku dia begitu istimewa di mataku. Dia bukan sosok Dilan yang ada pada tokoh utama dalam sebuah novel best seller. Dia bukan seorang Habibie yang keromantisan cerita cintanya terhadap Ainun terkenang oleh seluruh bangsa indonesia. Dia juga bukan Romeo yang kisahnya melegenda di seluruh dunia. Aku senang jika bertemu dengannya, walaunpun harus berpura-pura bersikap biasa saja layaknya seorang teman di depannya. Dan saat itulah di mana aku sebenernya seperti sebuah tokoh yang sedang memerankan peran dengan baik dalam sebuah pertunjukan drama di atas panggung. Ingin tau ceritanya yukk kepoin😊😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • the secret of puppy S2 [lilynn]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Love To Close your eyes
  • NAYYARA
  • Mengapa Harus Jatuh Cinta ?
  • Sun! -orine
  • She's mine (lilynn) END.

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines