Nazwa Asyaqilla

Nazwa Asyaqilla

  • WpView
    Reads 3,413
  • WpVote
    Votes 419
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Sun, May 10, 2020
WpInfo
Non-Fiction
FOLLOW DAN VOTE SETIAP CAPTHER AGAR KALIAN BISA TERUS BISA BACA CERITA INI SAMPAI HABIS!! Ini semua tentang Nazwa Asyaqilla wanita yang kerap disapa Nana. Banyak pria yang ingin menjadikannya kekasih, dibalik parasnya yang cantik Nazwa terbilang wanita yang polos keluarga Akbar asyarullah sangat mendidik anak gadisnya dengan baik Dan Nazwa dihadapkan oleh pria pria tampan disekelilingnya seakan akan diperebutkan oleh pria tampan. Pokonya baca deh gratis ko😂 ✨ semuanya Reall saya menciptakan cerita ini dari imajinasi saya tidak semata mata mencopy paste cerita siapapun! ✨ Jangan lupa vote⭐ dan komen💬 sebagai leaders yang menghargai karya seseorang 🖤 Yuk baca!
All Rights Reserved
#86
sadgrils
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • '~UMSYEH^
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • AQILA [end]
  • Nava & Gaza [END]
  • ARKANAYYA [COMPLETED]
  • NASYA STORY
  • JAM 3 SORE
  • Cinta Sejati

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines