"Berharap Tak Berpisah"

"Berharap Tak Berpisah"

  • WpView
    LECTURES 139
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 12, 2020
Apakah cinta pandangan pertama itu ada? Yap benar ada. Tetapi setelah aku mendapat cinta nya seketika gugur ditengah jalan karna ada kata PERJODOHAN. 'ARDI' Ardi telah tau gmna sifat cewe yang akan dijodohkan ibunya, apakah masih ingin menerima nya? Atau akan memperjuangkan si Nayla? 'NAYLA' apakah ia akan berputus asa sampai sini saja? Atau akan ikut memperjuangkan si ardi? Meninggalkan bukan hal yang di inginkan nayla tapi mau gmna lagi jika sudah keputusan ibu dari ardi? * * * KALAU KALIAN KEPO DENGAN LANJUTAN CERITANYA SILAHKAN DIBACA YAA GUYS, SEMOGA BAGUS. INI CERITA TENTANG KISAH NYATA HIDUP GW SENDIRI hehe:)
Tous Droits Réservés
#650
pisah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Satu Detik Terakhir
  • Asmaraloka Sang Letnan [END]
  • My Life Partner!
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Kapan ini berakhir???
  • Sweet Wedding With The Lieutenant
  • Angel To Raya (END)
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • Dapatkah Kita Bersatu ? (END)

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu