Story cover for Latte by hye0007
Latte
  • WpView
    Reads 1,039
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1,039
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 07, 2020
Hidup dengan dua sisi penampilan yg bertolak belakang karena sebuah alasan.

Tapi menurutku itu sama saja. Kalo kalian jelek, cupu, penyendiri pasti dijadiin sasaran buat diledek. Kalo kalian cantik pasti banyak yg iri dengan kalian dan akhirnya gak sedikit yang gasuka.

Dan dari semua itu mengakibatkan aku bertemu dengannya dan terjebak dalam perasaan yg bisa membuatku tak dapat memahaminya.


Ehh latte urus tuh kaca mata lo

Si latte masuk tuh

Rambut kuda besok ganti dah rambut lu jadi rambut b*bi

Kayak gaada gaya lain aja lu jadi cewek tuh blablabla...

Oke itulah yg aku rasain selama ada di kelas. Awalnya sih bodo amat selagi mereka gak main fisik. Toh biar aja mulut mereka capek sendiri. Tapi lama kelamaan aku capek gini terus.


~Aletta kairin ariesta
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Latte to your library and receive updates
or
#80cupu
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
My Bully My Obsession (GxG)(Season 1) cover
Reynand & Joya | END cover
My Brother | BL [21+] cover
▫Ketos and Bad Girl❇ cover
Tunangan sang protagonis  cover
NERD BOY cover
OSIS OR OH SHIT?! cover
COOL BOY VS BAD GIRL cover
Berandalan [BL lokal] cover

My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)

51 parts Complete

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?