Mikhayla

Mikhayla

  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2020
Ayesha Mikhayla Athaya Gadis SMA berumur 16 tahun. Dia sudah vakum katanya dari yang namanya "cinta" KATANYA. Padahal teman-teman terdekatnya sudah mempunyai pasangan masing-masing dan ia sudah sering dijahili teman-temannya tapi, ia tetap teguh pada pendiriannya. Mungkin, pada waktunya bakal ada yang meruntuhkan benteng pertahanannya itu Danial Arsalan Putra Syahreza. Dia bisa dibilang most wanted SMA Bakti Persada. Ganteng, pintar, tinggi, anak basket, anak voli, pramuka, futsal, dan juga memiliki segudang prestasi, mungkin itulah yang membuat dirinya di cap sebagai most wanted sekolahnya. Namun satu hal yang kalian tau kalau Alan ini anti sama cewek, bukan berarti dia tidak normal atau gimana mungkin sejarah biografinya tentang cewek belum ada. Siapakah yang akan meruntuhkan benteng pertahanan Ayla? Akankah Ayla merasakan cinta di masa SMA nya? Simak terus ceritanyaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • FEMME FATALE / CEWEK CETAR
  • To Chaos, to My Calm!
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • ARKAN
  • Why Friend?
  • Janji Sepasang Bintang (SELESAI)
  • Davidson || END
  • GASA [end]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines