Hallo, Sawa! (On Going)

Hallo, Sawa! (On Going)

  • WpView
    Reads 4,110
  • WpVote
    Votes 631
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Aug 31, 2021
Jangankan mendapat kebahagiaan, dijenguk mama dan papa-nya pada saat dirinya di rumah sakit saja hanya srbatas angan-angan. Jangankan dapat tertawa bahagia, saat dirinya nyaris mati saja kedua orangtuanya masih sibuk dengan urusannya sendiri. Jangankan membagi kebahagiaan, sepercik pun sangat sulit dia dapatkan. Sawa Nanta Jeyenita. Bertahan hidup bukan tujuannya. Memendam luka bukan pilihannya. Dan tertawa lepas adalah hal yang selalu dia lakukan kala hatinya sedang terluka parah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • 28,4fm  [Selesai]✔
  • [BL] Sudden Omega
  • Deksa 's Diary
  • DANADYAKSA
  • Nathalia
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines