Frost Succubi

Frost Succubi

  • WpView
    Reads 872
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 6, 2020
Bangsa peri adalah bangsa yang memiliki kemampuan tersendiri berdasarkan bakat yang mereka miliki, kemampuan tersebut beragam yang biasa disebut dengan flux. Elf dan Succubus adalah dua bangsa peri yang sangat berbeda. Elf yang hidup dengan baik dan teratur sedangkan Succubus hidup dengan mengacau dan bebas. Lepas dari itu terdapat aturan bagi mereka yang menyatakan bahwa pernikahan antar keduanya sangat dilarang. Zalenta atau biasa disapa Alen sendiri adalah hasil dari pelanggaran tersebut yang kini harus hidup dengan manusia dan seorang Elf yang terbuang. Kelebihan yang dimilikinya membuatnya diincar oleh seorang manusia sebagai wadah balas dendam. Hidupnya dirancang sedemikian rupa dan dipisahkan oleh orang-orang yang disayanginya. ========
All Rights Reserved
#66
peri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • The Conqueror of Time
  • Lost Fairy [END]
  • Samael: Love Beyond Death✔️
  • Evergenity
  • Bastard Imortal (tamat)
  • Fallen Angel (END)
  • Loizh

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines