Pernikahan ini bermula bukan dari cinta, melainkan sebuah perjodohan yang diterima dengan berat hati. Ia melangkah masuk ke rumah itu sebagai istri yang belum mengenal seluk-beluk sang suami, hanya mengikuti kata keluarga dan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Namun, di tengah dinginnya hubungan yang baru terjalin, ada sosok kecil yang memeluknya dengan tulus, anak laki-laki sang suami yang kehilangan kasih sayang ibu kandungnya. Kehangatan senyumnya, kepercayaan yang diberikan, dan kebutuhan kasih sayang yang tak terucap, perlahan meleburkan dinding hatinya. Demi senyum anak itu, demi kebahagiaannya yang tak bersalah, ia pun memilih menerima pernikahan ini sepenuhnya. Bukan lagi karena perjodohan, melainkan karena ia telah menemukan alasan untuk menetap, berbakti, dan membangun kasih sayang demi buah hati yang menyebutnya ibu.
Più dettagli