Asya pov.
"Ken! Kembaliin hp gue sini." Teriak gue di depan muka cowo yang stres ini. Gimana gue ngga bilang stres, secara tiba tiba ngisengin gue dengan ngambil ponsel gue terus di junjung tinggi ke udara oleh tanganya. Gila.
"Turutin dulu mau gue," gue yang ngedenger itu cuman bisa buang nafas secara kasar. Sumpah kesel banget gue sama manusia aneh ini.
"Ya udah, cepet apaan?"
"Jadi pacar gue." Kan, gila kan? Udah gue bilang ini anak emang gila.
"Engga, gue ngga mau."
"Ya, udah. Ngga bakal gue kasih," Siapapun yang bisa nolongin gue, gue mohon. Hilangin ini cowo sekarang di muka bumi ini.
"Oke! Gue mau sini cepet balikin." Ucap gue pasrah,
Setelah di kasih ponselnya ke gue, gue langsung membolak-balikan ponsel gue, takut ada yang lecet kan, tapi ini cowo langsung ngerangkul pundak gue dannn...
"Kasian banget si pacar gue, sampe keringetan."
________
• gaes ini cerita revisi dari cerita Mr.cold. sengaja gue ubah dari segi karakter maupun tokoh biar bener kaya perubahan, bukan setengah².
• gue harap ngga ada yang cops cerita gue, walaupun banyak abstrak dan typo, tapi ini cerita gue sendiri, hasil jerih payah nguras otak.
• yang mau komen silahkan, asal jangan menghina satu dengan lainnya,
• silahkan spam jika berminat.
• tetap jadi readres yang terhormat:)
• Ig @Jsiicapr.
Happy reading:)🌻
🌼 Follow akunku sebelum membaca!
🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL!
🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir.
🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata.
Blurb :
Apa jadinya jika gadis cantik dengan predikat kaya raya, arogan, penuh kekuasaan dan kerap menindas orang lain mendadak berubah dan justru berbalik 180°?
Bagaimana dengan lelaki jenius dengan penampilan cupu, bertubuh gemuk, kacamata yang bertengger di hidung dengan tambahan tompel besar di dahinya mendadak berubah 180° menjadi lelaki tampan dengan karisma yang kuat?
"Jodohin Aga sama dia, Pa."
--------------
"Sahara nggak mau di jodohin, Pa."
--------------
"Ya, lo harus mikirin dari sekarang, lah. Pokoknya, nikah sama gue harus bisa kasih gue dua pasang anak kembar! Kalau enggak, gue poligami. Mau?"
--------------
"Jadi milik gue, setelah itu menderitalah selamanya dan jangan berharap untuk bahagia!"
--------------
"Lepasin, aku! Biarkan aku menerima karma tanpa harus kamu yang bertubi-tubi menghujani luka."