TΣBU (TEBU Antep ing Kolbu)

TΣBU (TEBU Antep ing Kolbu)

  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Joy adalah seorang lelaki yang telah lama menjauh dari agama, membawa luka masa lalu, kegagalan relasi, dan kekecewaan mendalam terhadap keyakinan yang dulu ia percaya. Memilih untuk tinggal di sebuah desa terpencil. Hal yang sama terjadi pada Bre, seorang pekerja kantoran yang hidup di kota metropolitan. Mereka berdua bertemu dengan orang-orang sederhana yang tanpa sengaja memberikan jawaban atas luka mereka. serangkaian perjalanan dan perjumpaan yang tampak sederhana, namun perlahan menggerakkan kesadarannya. Dialog tentang keraguan, rasionalitas, dan luka dalam sebuah perjalanan untuk berdamai dengan masa lalu, sambil menyusuri simbol-simbol keseharian: tebu, sungai, seduhan herbal, dan ziarah yang menjadi ujung dari semua pertanyaan teologis Joy dan Bre. Sebuah novel dengan plot twist di akhir tentang tokoh-tokoh yang muncul sebagai proses menjaga kesadaran diri. Tanpa khotbah dan tanpa klaim kebenaran instan, novel ini mengikuti proses pelan seorang manusia dewasa yang belajar bahwa iman bukanlah pelarian dari luka, melainkan cara memaknainya. Sebuah perjalanan pulang, bukan untuk menjadi sempurna, tetapi untuk kembali utuh.
All Rights Reserved
#818
wattyawards
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detak Jantung Lagi
  • Suami Pengganti [END]
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • Unpredictable Husband (END)
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Takdir Cinta Hana |Terbit|

SPIN OFF || SENI MENATA HATI One more heartbeat, sepenggal kisah tentang kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memaafkan, dan mencapai mimpi yang belum terwujudkan. Selagi napas itu masih berembus, detak itu masih berdebar, maka tidak ada jeda untuk berkawan dengan keputusasaan. Setiap denting jam yang berdetik dan setiap denyut jantung yang berdetak adalah bagian dari peruntungan takdir. Garis kehidupan yang penuh akan teka-teki dan keajaiban. Ibarat dua mata uang, berbeda tapi saling menyelaraskan. "Aku hanya perlu satu detik untuk mengembalikan satu detak jantung yang sempat hilang dari celah kosong hati yang kini terasa gamang." -Niskala Hamsya Alshameyzea- Published ; 01 Maret 2026 End ; 06 Mei 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines