My Rose

My Rose

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2020
Seorang lelaki yang tidak bisa melupakan cintanya yang sudah pergi meninggalkannya seorang. Gion Prasasta namanya, seorang lelaki yang dingin dengan harta yang berlimpah. Dia tidak pernah membuka hatinya untuk siapa pun karna ia tidak bisa melupakan kenangan manis dari kekasihnya itu. Namun suatu hari ia bertemu dengan gadis sederhana berambut panjang dan menjual berbagai bunga dengan sifatnya yang ceria, berani, selalu positif dan baik hati. Perasaan yang sudah lama yang tak ia rasakan kembali menghantui dirinya lagi. Perasaan apa yang Gion rasakan? Langsung aja baca cerita ini!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Come Back to Me (Completed)
  • Bloom Between Us | Wenjoy
  • No Longer Mate
  • The Oddlove
  • SEREIN EOUNIA (COMPLETED)
  • GALANG [SELESAI]
  • FARA {Slow Update}
  • Antara Nada dan Lensa
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines