Treasure, Trust, Treason

Treasure, Trust, Treason

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 12, 2020
Jayanegara, Gadjah Mada dan Ra Kuti. Dipertemukan dalam satu tragedi. Trowulan yang termahsyur menjadi saksi bisu pertemuan pilu tersebut. . "Aku dibesarkan dalam kesengsaraan di tempat itu. Jika memang harus mati, maka aku harus tiada dalam kesengsaraan di tempat itu juga." . "Dia orang yang baik, jika dia sampai berbuat kesalahan. Maka aku pastikan, kesalahannya menjadi penyesalan pertamamu." . Antara tahta yang salah digenggam. Kepercayaan yang diruntuhkan. Serta penghianatan yang berada di atas derita. Gadjah Mada berdiri dengan kesetiaan dan berakhir dalam penyesalan - Kau bagian dari tragedi ini, Mada. Jadi ambilah sebagai penyesalanmu! Biarkan sejarah mencatat ini dalam dilemanya." "Dalam dilema itu, biarkan mereka mengenalmu sebagai pembunuh. Pembunuh rajamu." . . . Sebuah three-shot yang terinspirasi dari kisah awal ketenaran nama Gadjah Mada sebelum dirinya diangkat menjadi patih kenamaan Majapahit. Jika terjadi perbedaan kisah dengan sejarah aslinya. Maaf ya. Hanya orang biasa yang suka sejarah tapi bukan sejarawan.
All Rights Reserved
#143
majapahit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • RENJANA⚜ ✔
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Get Lost In The 14th Century [END].
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Rana: Dari Balik Dinding Istana
  • GARBHAPATI
  • Didhelikake ing Padjajaran (Selesai)
  • KARMA LAKON : Majapahit Story

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~

More details
WpActionLinkContent Guidelines