Mahasiswi Strong, Hadir!!!

Mahasiswi Strong, Hadir!!!

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2020
"Gue, nggak suka sama orang yang berisik nyinyirin orang lain. Lo masih mau temenan sama gue? karena emang, gue se-egois itu" dia takut untuk percaya pada seseorang (baca :teman) Cewek disebelahnya menghela nafas, ternyata setraumatis ini temannya Padahal mereka hanya sedang menonton drama Korea, kebetulan ada adegan teman tokoh utamanya berkhianat dan meninggalkan si tokoh "Gue.... terlalu malas untuk bersedih lagi. Kalau jadi si tokoh, bakal gue santet teman jingannya. Itu cukup ribet sih, belum lagi nyambi buat tugas kuliah, ketemu dosen killer, laporan yang waktu deadline nya bikin pusing" curhatnya lagi "Ah iya, gue jadi paham kenapa uban lo jadi makin banyak" mangut cewek disebelahnya "Ngajak tubir lo Dir?"
All Rights Reserved
#798
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • Kamu
  • Oddly Coupley (Complete)
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Informed Consent
  • Thats my Love
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines