We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
EVANESCE
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Arsen namanya. Seorang pria sempurna yang penuh pesona. Hey, jangan meragukannya. Hidupnya sempurna. Dia punya segalanya. Kepintaran, ketenaran, kekayaan dan seorang kekasih yang cantik jelita. Badboy level dewa, namun cukup setia. Itu cukup untuk mendeskripsikan lelaki berusia 17 tahun tsrsebut. Namun, dibalik sifat dinginnya, ia punya sebuah cerita. Sebuah kisah yang mungkin hanya beberapa orang saja yang mampu untuk memahaminya. Hingga suatu ketika, segalanya harus lenyap, dan siapa yang mampu bertahan untuknya, ketika semuanya terhempas begitu saja?? "Maukah kau tetap bersamaku? Meski tak ada lagi yang bisa kupersembahkan untukmu? Tiada harta, tiada tahta, hanya cinta dariku?"-Arsen. Directed by : Kellynzhe Seyrine Request by : Arsen
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragment Of Serenade (END)
  • EXONERATE [End]
  • Naka
  • Meneroka Jiwa 2
  • Arsen dan Fluorine ✔
  • Please Love Me [COMPLETED]
  • Unrequited Love
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • ARSEN (END)

Lelah, gak, sih? Mencintai sendirian? Cinta itu seperti melodi. Mengalun lembut, menyusup dalam setiap detak jantung. Namun, bagi Asha, cintanya hanyalah serenade yang terpecah. Kepingan nada yang ia lantunkan berulang kali untuk Arsen, tulus. Tanpa balas. Arsen selalu menjadi pusat dunianya, meski hanya memberinya dingin dan penolakan. Sementara seseorang diam-diam merangkai setiap kepingan yang ia tinggalkan. Mendengar setiap lirih yang tak pernah sampai pada Arsen. Ketika Asha memilih berhenti mengejar, meninggalkan serenade itu sebagai kenangan yang tak lagi ia pedulikan, hanya saat itulah Arsen menyadari. Terlambat. Karena kini, serenade Asha telah menemukan pendengarnya yang sejati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines