We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
segala rasa

segala rasa

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
mata hazel yang indah, senyuman yang manis hingga memperlihatkan dua lesung dipipinya, kulit yang putih, hidung mancung, dan rambut yang terurai panjang hitam. Menambah kesan sempurna pada diri kinan safanya. tetapi senyum itu sudah hilang sudah tidak ada lagi dua lesung pipi itu semua nya hilang sejak dua tahun yang lalu. entah angin dari mana, cowok tampan menolongnya dari kegelapan yang entah kapan berakhirnya. khaisan alfhact. Cowok tampan, idaman para cewek masa kini. Cowok suka rela membantu kinan bangun dari kegelapan, dan mengangkatnya menjadi seorang putri yang bersinar. khaisan alfhact. kinan safanya.
All Rights Reserved
#143
fristlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Senyum yang Patah
  • Dialog Dari Ranum
  • Behind The Smile
  • Love Cologne
  • NAULA
  • I Like Paper Men
  • 3 Dimensi
  • Isabella (Complete) End

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines