Pelangi Hati

Pelangi Hati

  • WpView
    LECTURAS 197
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 9, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Alyssa Kirania Azzarah Aku sudah berusaha untuk belajar ikhlas dalam menerima semua takdir yang pernah menimpa hidupku, tak pernah sekalipun aku menyesalinya. Karena aku tahu apapun yang terjadi di dunia ini, pasti merupakan Kehendak dari Sang Maha Kuasa. Aku yakin Allah tidak akan pernah menguji umat-Nya sampai batas kemampuannya. Aku yakin suatu hari akan ada cahaya pelangi yang hadir untuk memberikan warna-warna yang indah di dalam kehidupaku setelah semua badai pergi berlalu. Verrel Davendra Pratama Aku menyadari jika selama ini sikap yang aku tunjukkan kepadanya itu salah... terlalu egois dan memaksa. Namun apakah aku keliru jika ingin mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi milikku?? Dia adalah milikku dan sampai kapanpun akan terus begitu... Tak akan aku biarkan seorangpun datang untuk merebutnya, karena aku sudah menyadari jika dia merupakan bagian dari jantung kehidupanku. Aku pasti binasa jika dia menghilang dari sisiku....
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Berharap Kembali ( End Completed  ).
  • Love made us one;  EXO FAMILY
  • ALVIN (On Going)
  • BAYANG SEMU [END]
  • You are in my past and my future [END]
  • SUATU HARI
  • GANENDRA(Tahap revisi) ✅
  • DAKSA [END]
  • Istri yang tak di inginkan

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido