Dear Rain

Dear Rain

  • WpView
    LECTURES 131
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., août 20, 2020
Apakah rasa yang tak sampai harus dipendam selamanya? Itu pasti sangat menyakitkan jika kamu benar benar melakukannya bukan? Tapi percayakah? kata-kata ini setidaknya lebih baik untuk mengobati patah hatimu, yah walaupun hanya sedikit dari pada luka yang terlampau dalam. Seperti cerita yang kutulis bersama hujan, kata demi katanya memang terlintas begitu saja, tanpa perduli dengan rasa yang kini telah hadir kembali. Hujan pula lantas tak tinggal diam, ia seperti menyuruhku untuk kembali bersama ingatan yang indah namun menyakitkan. Memaksaku mengingat senyumnya lagi, padahal ia tengah tersenyum untuk orang lain. Tenang saja, aku akan tetap bersama kalian dalam menyuarakan rasa yang terpendam.
Tous Droits Réservés
#689
pengagum
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My Wish
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu