Seratus Abad-Revisi

Seratus Abad-Revisi

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2020
"Aku akan menunggu, meskipun lamanya seratus abad." . "Aku akan tetap disini, menunggu sang rembulan datang menyinari bumi. Tetap menanti datangnya mentari indah bersiap memberi cinta sepanjang hari. Selalu menantikan kedatanganmu tak lagi hanya sebatas di dunia ilusi. Meskipun seratus abad lamanya yang kunantikan dan yang kuinginkan hanya satu, Melihat dirimu yang datang kembali."-IMAR . "Gue memang bukan tipe ideal lo. Gue memang gak bisa buat sajak sajak seperti yang lo suka. Gue memang kelihatannya gak pernah peduli sama lo. Tapi gue sayang sama lo. Lo gak mau jawab ini? Gue tunggu. Seratus abad pun akan gue tunggu. Sampai lo jawab ini dan gue jadi orang yang lo cintai-NIVEK.
All Rights Reserved
#193
rami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARINALTHA
  • Time Release
  • SACRIFICE × IDR [Complete]
  • LAST LOVE (ALVAREZ)
  • Wakasa's Mine (Wakasa x Reader)
  • AMANDA DAN ARKANA (COMPLETE)
  • Dia Dalam Lensaku
  • Vallerie
  • Anindya

Waktu tidak menunggu siapapun, Cuma dua pilihan.... Di perjuangkan atau Di ikhlaskan. Suatu ketika, aku harus merelakan sesuatu yang sama sekali tidak ingin ku lepaskan. Butuh proses yang panjang untuk meyakinkan diri. Bahwa ada rencana indah setelah itu. Apa hal paling bodoh yang selalu terbesit dipikiranmu? Adalah ketika aku memilih sendiri dan berteman kesendirian. Mengosongkan hati dan percaya bahwa dia akan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines