Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 3, 2021
Rangkaian kata saja belum cukup. Aku tahu itu tapi setidaknya aku menyampaikannya pada mereka yang singgah maupun menetap, ataukah pada mereka yang masih ada ataupun sudah pergi. Kita sebagai manusia kadang terlalu naif untuk mengungkapkan dan sebagianya yang lain terlalu menggebu untuk mengutarakan. Aku, si manusia yang tidak tahu siapa dirinya ini, memilih untuk mengutarakannya lewat tulisan perpisahan. Sekali lagi, buku ini ditulis untuk kalian, yah.... kalian yang spesial yang pernah tinggal dan bertahan atau sekedar numpang berjalan untuk memberikan inspirasi dan pelajaran berharga mengenai kehidupan itu sendiri. Ini adalah ucapan terima kasih spesialku sebelum aku pergi. Selamat mengenang kalau kalian masih mengingat dan selamat tinggal Buku ini ditulis dengan senyuman hangat, sehangat mentari Dariku untukmu yang disana :)
All Rights Reserved
#1
selamatjalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Sekali Lagi (End)
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Teruntuk kamu, Septemberku ♥
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Perihku Ditinggalkan

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines