Homo Syndrome

Homo Syndrome

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2020
Setelah berkali - kali merasa tersakiti karena ulah lelaki, Faya Liu memutuskan untuk menutup dirinya untuk tidak bersosial dan memilih menjadi introvert. Tapi setelah pindah ke Manchester dan bertemu dengan Peggy Logan, Faya seperti ingin menemukan jati dirinya dan memulai hidup baru. Kehadiran Bradly Wade pun membantunya menemukan apa yang sebenarnya hilang dari dirinya. Dan hidup tidak akan pernah selancar seperti yang sudah direncanakan, bukan? ••• Lamunan Faya mengabur saat mendengar suara ibunya, "Ibu sudah mendaftarkanmu di salah satu High School yang yah...ibu tidak bisa memberikanmu sekolah yang 'High Class' tapi sudah ibu usahakan menyekolahkanmu di sekolah yang bagus." celotehan Mrs. Liu tidak terlalu anaknya gubris. Faya malah tertarik pada sepasang kekasih yang tengah bercumbu di pemberhentian lampu lalu lintas. Masalahnya dia tidak terlalu yakin apakah mereka sepasang kekasih atau sepasang sahabat, karena keduanya ialah lelaki. Yang jelas mereka terlihat sangat serasi layaknya pasangan kekasih. Dia membesarkan matanya saat melihat pasangan kekasih tersebut berciuman mesra. Sungguh, ini tidak terasa asing bagi Faya. Tapi entah kenapa jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Mungkin karena ia sudah lama tidak melakukan kegiatan seperti itu, semenjak tepat 5 tahun yang lalu Faya benar-benar tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun lagi. Tidak ingin tahu lebih lanjut, Faya mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Tak habis pikir, bagaimana bisa mereka melakukannya ditempat umum? Walaupun pandangannya sudah teralih tapi tidak dengan pikirannya. Apa Faya akan lebih sering melihat kejadian seperti itu lagi selama ia hidup disini? Entah apa yang Faya rasakan, tapi sepertinya ia mengalami 'Homo Syndrome'.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • My Bromance [18+] End
  • GRIZLEN {On Going}
  • Aksara Lingga
  • HADIAH UNTUK ADIKU
  • SKRIPSUIT  ✔
  • INSECURE LOVE (END)
  • Uncontrollable Love
  • (Feiyunxi) Meeting and Destiny [END]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines