Mr. Tsundere

Mr. Tsundere

  • WpView
    LECTURES 8,564
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., avr. 4, 2020
"Aaarrgghhh... hhhmmpphhh lleepppaaasshhh... ssaaaaakkkiiiittt ..... aaasshhhh ...." Desahan demi desahan terus keluar dari mulut Jisoo. Akibat penetrasi yang dilakukan berulang kali oleh seorang laki-laki berkulit putih dan bermata sipit di sana. Jisoo terkulai lemas tak berdaya dibawah kungkungan tubuh kekar itu. Air mata terus mengalir deras membanjiri pipinya. Selangkangannya terasa nyeri dan berkedut karena dimasuki benda panjang dan berhasil mengoyak kevirginannya. Entah sudah berapa juta benih yang disemburkan pria itu dalam rahimnya. Dirinya kehilangan masa depannya akibat pria mabuk itu. Hingga beberapa bulan berselang setelah kejadian itu Jisoo positif hamil. "Ggguuu--eee hhaammm--ill..." tangisnya pecah begitu saja. Dan pria itu, dia sama sekali tidak merasa bersalah atau mengingat kejadian dihari itu. Dia terus menjalani hidupnya seolah semua baik-baik saja. Akibat masalah besar itu, Jisoo mengambil tindakan aborsi. Semuanya terlambat, barulah pria itu sadar akan kesalahannya dan menebus rasa bersalahnya.
Tous Droits Réservés
#513
nc
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • CUDDLE
  • Romantic Story About Kim Jisoo
  • Tejebak Lelaki Brengsek!
  • 🎭 From The Darkest Side 🎭      °×°REMAKE°×°    ✓✓
  • Always Yours (JinSoo)
  • accident baby ✔️
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • 𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝
  • 𝙑𝙎𝙊𝙊 - 𝙒𝙃𝙀𝙍𝙀 𝙄𝙎 𝙈𝙔 𝘿𝘼𝘿?
CUDDLE

"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu, Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu