Cry-Baby

Cry-Baby

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2023
Jangan kira hidup Dwita bahagia. Jangan kira sifat Cry-baby dirinya timbul akibat dimanja. Saat Nalu masih didalam kandungan, lalu lahir, ia menangis keras karna sudah tahu bahwa dunia ini sangat kejam.
All Rights Reserved
#312
masalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • I Love You My Sun (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Different [END]
  • Sejenak Luka

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines