We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Faithfull

My Faithfull

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Via, di mn kamu sebenarnya? apa yg harus aq lakukan sekarang?" laki2 yang duduk di balkon kamarnya berfikir, matanya menerawang ke arah langit berharap bisa mendapatkan petunjuk sekecil apapun itu. Di t4 lain: darah pada bagian pelipis perempuan itu sudah mengering. kepalanya masih begitu pening. namun, samar2 ia melihat seseorang mendekat ke arahnya dan menarik rambutnya ke belakang AHHH.....erangnya kesakitan. "bagaimana kabarmu hari ini nona?" senyum laki2 itu sungguh seram dan dingin. Ia balik menatapnya tajam dengan senyum sinis " sangat2 baik seperti yg loe liat skrng, Lex".
All Rights Reserved
#399
fiktif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Trouble Corazón (END)
  • [ END ] Broken Shadow
  • When Psycho Fallin in Love
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • 𝓓𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓣𝓾𝓫���𝓾𝓱𝓶𝓾, 𝓐𝓴𝓾 𝓗𝓲𝓵𝓪𝓷𝓰
  • Acaya's Transmigration

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines