HURT
  • WpView
    LECTURAS 2,913
  • WpVote
    Votos 252
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 13, 2020
WpInfo
Ficción
Fantasía
[BOOK 2] Bagi Reynaldi sosok Alwi adalah nafasnya, hidupnya, jantungnya, dan air matanya. Baginya Alwi adalah tempatnya untuk bertumpu. Baginya Alwi adalah alasan yang membuat dirinya bertahan dari rasa sakit yang terus menemaninya itu. Baginya Alwi adalah sosok yang membuat ia kuat dari kekejaman sang semesta. Namun bukankah ia juga manusia biasa, saat alasan dibalik kokohnya dinding pertahanan itu malah berubah menjadi alasan untuk ia pergi dari semesta, apa yang harus dilakukannya? Saat semesta semakin membencinya, saat rasa sakit ingin bersahabat dengannya, saat alasannya kuat malah meninggalkannya, bolehkan ia menyerah? Bolehkah ia memilih pergi? Bolehkah ia membenci takdir hidupnya? Bolehkan ia berhenti sampai disini saja? Hanya mengisahkan tentang seorang remaja yang harus bertahan dari rasa sakit yang semakin nyaman mendekatinya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • A R V I O
  • MAVAKA
  • Derena
  • AlReGa [END]√
  • PRAHARDI [Tamat]
  • Reynaldhi [END]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido