Story cover for FAILED by DillaNasution2
FAILED
  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
Complete, First published Jan 12, 2020
Mature
"Jangan buat gue jatuh cinta, gue mau bahagiain ayah ibu gue, bukan lo!"

"Lo bisa bahagian keduanya, setelahnya lo gabisa bahagiain gue?"

"Gabisa!"

Ayrill merasa tidak pantas menjadi orang yang membuat Aby bahagia. Tentu saja tidak, mengapa begitu? Ya, itu semua karna perbedaan yang sangat jauh. Belum lagi masalah orang tua, namun apakah yang terjadi selanjutnya?

Temukan kelanjutannya, disini:)


Nb author:

Siap tahan air mata, sebelum baca cerita ini. Siap tahan hati juga, untuk tidak mengharap seseorang....
All Rights Reserved
Sign up to add FAILED to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Nissa & Nathan (COMPLETED) cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Tomboy? But I Love You [TAMAT] cover
DERSIK cover
WAITING YOU  [ Hiatus ]  cover
Matematika cover
A B E Y  cover
Abarasha [End] cover
Someone Like You cover

Nissa & Nathan (COMPLETED)

36 parts Complete

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.