ReadPhobia

ReadPhobia

  • WpView
    Reads 712
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dada terasa sesak,mual dan tidak bisa nafas ketika membaca buku setebal kuku,apa lagi melihat tumpukan buku dia bisa langsung pingsan di tempat . Phobia yang dari kecil dia sudah idap sungguh membuat nya kesusahan terlebih dia masih duduk di sekolah menengah ke atas. Dia menjuluki perpustakaan adalah lubang kesengsaraan. Menurut orang dia adalah anak aneh yang menganggap buku itu musuh besar. Yang bertolak belakang dengan orang-orang yang menganggap buku adalah sahabat atau jendela dunia. Bagaimana dia akan belajar di sekolah jika phobia membaca ? _______________ Silakan baca langsung ya gais😁 don't copy yahh
All Rights Reserved
#46
asma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • G E L V A N
  • [1] Among Us : Beautiful Tragic [✔️]
  • AXE {END}
  • RAIHAN
  • TERSENYUMLAH
  • Laughter Scares Me [END]
  • Self Injury's(complete)✔

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines