Day Will Come!

Day Will Come!

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
Anindi Allysya Prasmita Gunawan atau kerap dipanggil ciya ini adalah seorang gadis yang mendapatkan julukan human ice dari teman teman nya, dikarenakan sifat ciya yang begitu cuek dan dingin ini terhadap suasana. Tetapi dibalik sifat cuek dan dinginnya ciya termasuk gadis yang baik dan asik untuk diajak berinteraksi tapi itu hanya beberapa orang saja yang sudah mengenal ciya lebih jauh seperti rara ia adalah seorang gadis cantik, baik, cerewet, dan pandai. Rara merupakan wanita yang diidam idamkan oleh semua cowo bagaimana tidak selain cantik,baik, cerewet, dan pandai rara memiliki body yang sempurna (body goals). Rara adalah teman dekat sekaligus sahabat ciya satu satunya akan mengerti keadaan Ciya entah keadaan dimasa lalu maupun disaat ini. Ciya bersyukur memiliki seorang sahabat seperti rara, karena menurut ciya rara bukanlah seorang sahabat biasa tetapi rara mampu menjadi teman, penasihat, tempat curhat, kaka, dan cerewet nya lah yang ciya sukai karena kalo sahabat satunya itu udah mulai cerewet ia persis seperti ibu yang sedang memarahi anaknya yang nakal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • "Difference"
  • Cold Boy in Perfect
  • vrai sentiment
  • THE KAMPRET GIRL [COMPLETE]
  • Scond Life Fake Nerd
  • Three Targeted Girls!!
  • DARA FOR IGMAL
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • The Story Of Aghea
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines