My Husband

My Husband

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 17, 2020
Derai lebat hujan menyerbu atap,menyeruak tak karuan memporak porandakan ketenangan. sehiruk ini sepayah ini. Dari kejauhan aku sudah melihat rumah mu. Dalam badai besar yang ganas,aku menatap ada pintu yang terbuka. Diujung sana,dirumah mu. kau ulurkan tangan,menyambutku hangat bagiku namun ternyata jemari membeku. Tiba² aku terhanyut,diserap suguhan tawamu,indah namun menusuk. Dan ketika itu aku sadar. Mata mu tak menatap ku. Tangan mu tak memeluk ku. Engkau hanya menerima belas kasih mu bukan karena aku tapi sebatas kebaikan mu. Ketika itu aku sudah terlanjur merangkai mimpi,ingin ku menua. diRumah ini,aku enggan mengakhiri badai. Hiya dengan egois aku berteduh dan dengan bodoh berpikir bahwa ini tidak baik,akan ada yang kehilangan kehangatan karena banjir,sekolah akan sepi anak² dibiarkan berdiam dirumahnya. Aku tak ingin kebodohan ku menghancurkan ku. kemudian aku memaksa pergi dari tempat mu yang ternyata lebih dingin,lebih menghancurkan daripada badai diluar sana. Aku pergi meski aku tak tahu sanggupkah aku bertahan diluar sana. Tetapi disini yang cukup hangat ternyata begitu mematikan. Aku pamit,aku pergi dari setiap derai. hiya ternyata disini bukan Rumah ku bukan kepunyaan ku maaf aku salah singgah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#498
romens
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Our Emergency Calls
  • Eliinaa
  • dimana janji tersebut
  • Perihal Sandwich(End)
  • Behind After
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • MFS ✓

Kisah kami yang penuh dengan ketidaksempurnaan ~ ayo kita sempurnain bareng-bareng! Yasa: "Biasalah Jemput bayik" Renja: "Sebenarnya tuh gue orang sabar, tapi temenan sama manusia kayak kalian, sold out dah sabar gue, udah gue sale semua sisa sabar gue! " Sam: "Gue lagi pengen makan orang, mau donasi nyawa sekalian gak? " Hesa: "Pak kasihan pak, sedekah kunci jawaban UTS pak" Naran: " Gue yang lebih gak waras karena mau temenan sama mereka yang gak waras" Cesa: "Yok yok yok siapa yang mau beli uang, nih gue jualan, yok yok! " Jia: "Baju gue warnanya coklat kok, ini kayak warna susu coklat yang kebanyakan air aja"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan