Wonosobo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di pegunungan atau dataran tinggi. di dataran tinggi itulah berdiri candi dieng yang terkenal. candi ini konon di buat pada masa raja Wangsa Sanjaya dari Mataram Kuno, yakni sekitar abad ke-8 atau 9 M. dapat dipastikan bahwa tempat ini dulunya adalah pusat agama Hindu. Wangsa Sanjaya adalah dinasti yang berkuasa pada masa Mataram Kuno dengan agama Hindu sebagai agama kerajaan.
kata "Wonosobo" terdiri dari dua kata, yaitu WONO dan SOBO. kata WONO artinya "hutan" d an SOBO artinya "pergi".dulunya Wonosobo memang hutan belantara sehingga disebut " Wonosobo ".bahkan, saat ini wilayah hutan masih cukup luas di daerah Wonosobo.
meskipun dulunya adalah pusat agama Hindu, Wonosobo dapat juga menjadi salah satu pusat pengajaran, dan dakwah ajaran agama Islam. Tempatnya di Desa kalibeber, kecamatan Mojotengah, berdiri sebuah pesantren dengan pokok pengajarannya kitab suci Al-Quran sebagai ciri khasnya. di situlah berdiri pondok pesantren al-Asy'ariyah dan Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ). pesantren ini tergolong sebagai pondok tua, didirikan oleh R. Hadiwijaya dengan nama samaran KH. Muntaha bin KH. Nida Muhammad pada tahun 1832. kemudian kepimpinannya di lanjutkan oleh KH. Abdurrahim (1860-1916), KH. Asy'ari (1917-1949), KH. Muntaha (1950-2004), dan KH. A. Faqih Muntaha (2004-sekarang). Kyai Muntaha, ayah Kiai A. Faqih, inilah yang akan diuraikan biografinya di bawah ini.
"Ketika membuka mata, Aku menjadi pelayan yang ku benci, Apakah ini kesempatan untukku balas dendam?".
Liliana Barnett seorang putri Count yang sedang sakit selalu disiksa selir ayahnya.
Liliana yang telah meninggal bertransmigrasi menjadi Marie, pelayan Charlotte Barnett, adik tiri yang merebut tunangannya, Duke Cedric Eleanor Rothesay, sang pahlawan kekaisaran yang dingin dan terkenal bengis dimedan Perang.
Bagaimana cara Marie membalaskan dendamnya kepada keluarga count?