BUDAK EGO

BUDAK EGO

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
Cinta memang tak pernah salah memilih tetapi EGO mampu membuatnya hilang perlahan. Jika masih bisa disebut cinta meski tanpa kesetiaan, maka luka mana lagi yang ingin ditoreh oleh EGO-mu? Terima kasih atas 3 tahun kebersamaan yang penuh cerita. Sungguh aku takkan mampu membencimu meski rasa cinta sudah tak lagi kupunyai. Sungguh aku tak pernah sekalipun menyesali perpisahan kita meski jujur saja kesakitan itu meninggalkan trauma di hati serta membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk sembuh, bahkan ada titik berulang kali aku berharap tidak pernah ada pertemuan di antara kita. Percayalah, aku tak pernah menyesal mencintaimu namun terkadang aku kecewa terhadap diriku sendiri yang sering tak mampu mencintai diriku sendiri dengan pantas ketika bersamamu. Kau yang dulu sedekat nadi, kumohon jangan pernah lagi kembali ke dalam hidupku. Sebab aku sudah lebih bahagia tanpamu.
All Rights Reserved
#564
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • PLUTO
  • seribu tanya tak terjawab
  • SECOND LEAD
  • Backstreet
  • THE ROOM
  • Di Antara Kita (END)
  • ego dan penyesalan
  • TAK BERSAMBUT

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines