KERETA WAKTU

KERETA WAKTU

  • WpView
    LETTURE 329
  • WpVote
    Voti 25
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, apr 14, 2020
Aku : manusia es yang berusaha mencair dalam segala suasana. Kamu : manusia api yang selalu mampu mencairkan suasana. Apakah definisi kita adalah saling melengkapi ? Hari itu, aku berbicara dengan begitu berani menatap matamu. Mata yang membuatku bercermin pada sosok yang begitu tenang membawaku melayang. " Aku ingin merasakan suasana dalam kereta api, sembari mengulurkan tanganku merasakan angin yang menabrakku tanpa melukai sedikit pun. Lalu, kamu hadir memegang tanganku dengan eratnya. Kita tenggelam dan lupa bahwa kereta waktu bisa saja membawa kita pada sebuah persoalan yang rumit. " Aku masih menatapmu. Kamu masih saja diam mendengarkan ocehanku. " Kamu cantik. " Hanya itu jawabanmu, singkat. Kita berjemur dan mencair di bawah naungan jingga sang senja. 💙
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Dingin. [Seo Changbin]
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • Love that is hard to express

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti