YOU ARE MY BEST FRIEND [On Going]

YOU ARE MY BEST FRIEND [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 73
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 25, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Aku rela melakukan apapun demi sahabatku." Batin Vania. Bodoh! Kau terlalu polos untuk ku perbudak!. Batin Liana. apa yang kulakukan itu semua untuk mu. Biarkan aku yang pergi. Kau Masi punya hidup yang bahagia untuk kau jalani. Terima kasih karna telah menjadi sahabat terbaik ku di saat aku kecil dan tak berdaya. "Vania" Aku menyesal karena perbuatan ku selama ini. Kau rela berkorban dengan merelakan nyawa mu demi aku. Kau sangat mementingkan persahabatan kita. Dan aku menganggap bahwa tidak ada persahabatan kita sejak waktu itu. Maaf aku sangat menyesal. Tenang lah di sana dan doa kan selalu aku di sini agar aku dapat menjalani hidup ku sesuai pesan terakhir mu. Terima kasih karna kau telah menganggap ku sebagai sahabat terbaik mu. "Liana" Sekian deskripsi cerita ny next, baca kelanjutan ny {SLOW UPDATE}√
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • F A K E ? [End]
  • CHAGRIN
  • Ragashka [END]
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Sempat Punah
  • Segitiga [END]
  • Without You
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Bucin (Completed✅)
  • Two Love One The Heart [On Going]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido