Wings Of Serenity

Wings Of Serenity

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2020
10 tahun yang lalu, kethryllia hanyalah seorang Klan Peri yang polos hanya saja dia beruntung bisa masuk akademi yang di bimbing langsung oleh Malaikat Perang. Setelah kejadian naas, Kethryllia berubah menjadi peri anggun dan sombong serta seni bela diri yang kuat, dia bahkan diramalkan akan menjadi Dewi Kedamaian antara Klan Peri dan Klan Malaikat. Oleh karena itu ketika dia tahu bahwa dia di jodohkan menikah dengan Malaikat Perang yang tak lain adalah guru nya sendiri, Kethryllia berusaha membatalkan perjodohan itu apalagi seingat nya guru nya itu sudah punya istri, atau kah kethryllia yang akan jatuh hati kepada guru nya itu?
All Rights Reserved
#491
fairy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Love Is Scratched Wound || Cinta Tergores Luka
  • Arkansa
  • Broke A Heart
  • Not Marriage In Love (Completed)
  • Jungkir Balik Dunia Ocha (Selesai)
  • Suck It and See (Complete)
  • HE WANTS TO FIX ME / TAMAT

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines